EDUCARE.CO.ID-Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan resmi membuka pelatihan barber untuk pertama kalinya pada Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I Tahun Anggaran 2026. BLK Kota Pekalongan mendanai program ini melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan langsung menarik minat masyarakat karena menawarkan keterampilan dengan prospek kerja serta peluang usaha yang besar.
Berdasarkan informasi dari BLK Kota Pekalongan, pembukaan kelas barber berangkat dari hasil pemetaan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri jasa potong rambut yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

Industri Barbershop Terus Berkembang
Instruktur barber, Untung Effendi, menilai pelatihan ini mampu membuka peluang kerja baru sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan muda di bidang jasa.
Untung telah berkecimpung di dunia potong rambut selama hampir 30 tahun. Meski memiliki pengalaman panjang, tahun ini menjadi pengalaman pertamanya mengajar di BLK Kota Pekalongan.
“Sudah sekitar 30 tahun saya menekuni dunia potong rambut. Tahun ini saya untuk pertama kalinya mengajar di BLK Kota Pekalongan karena lembaga ini baru membuka kompetensi barber,” ujarnya.
Menurut Untung, kebutuhan masyarakat terhadap jasa potong rambut tidak pernah berhenti. Karena itu, peluang usaha di sektor ini tetap terbuka lebar.
“Potensinya sangat besar. Setiap bulan masyarakat membutuhkan layanan potong rambut. Artinya kebutuhan pasar akan terus ada,” katanya.
Selain itu, perkembangan industri barber juga meningkatkan nilai ekonomi profesi tersebut.
Dulu masyarakat lebih mengenal profesi tukang cukur. Kini banyak pelaku usaha mengembangkan konsep modern melalui barbershop dengan pelayanan yang lebih profesional.
“Dengan konsep dan branding yang baik, nilai jasa barber meningkat cukup signifikan. Kini pelaku usaha barber bisa menetapkan tarif layanan yang lebih tinggi daripada beberapa tahun lalu,” jelas Untung.
Peserta Belajar Teknik Barber Modern
Dalam pelatihan ini, peserta mempelajari berbagai keterampilan yang menjadi standar layanan barbershop modern.
Materi pelatihan mencakup teknik mencuci rambut, blow rambut, parting atau pembagian rambut, styling, hingga praktik menggunting secara langsung.
“Kami mengajarkan seluruh tahapan pelayanan barber modern, mulai dari persiapan hingga teknik pemotongan rambut,” terang Untung.
Meski sebagian besar peserta belum memiliki pengalaman sebelumnya, Untung melihat semangat belajar yang tinggi selama pelatihan berlangsung.
Selain mengajarkan keterampilan teknis, ia juga mendorong peserta untuk memiliki pola pikir kewirausahaan.
Menurutnya, keterampilan barber tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga memungkinkan seseorang membangun usaha sendiri.
“Saya ingin peserta memiliki mindset sebagai pelaku usaha. Mereka harus terus meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing dan berkembang,” tambahnya.
Peserta Optimistis dengan Prospek Usaha Barber
Salah satu peserta, Agus Supriyadi, mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena melihat peluang usaha barber yang terus berkembang.
Menurut Agus, warga Sapuro, masyarakat selalu membutuhkan jasa potong rambut sehingga keterampilan barber memiliki nilai ekonomi yang stabil.
“Saya memilih barber karena prospeknya sangat menjanjikan. Ini keterampilan berbasis keahlian yang peluangnya masih sangat bagus,” ujarnya.
Agus mengaku memulai pelatihan tanpa pengalaman dasar di bidang potong rambut. Karena itu, ia mempelajari seluruh materi dari tahap paling awal.
Saat ini, peserta mulai mempelajari teknik parting atau pembagian rambut sebelum melakukan proses pemotongan.
“Kami belajar dari dasar. Sebelum menggunting, kami harus memahami teknik pembagian rambut terlebih dahulu,” katanya.
Meski terlihat sederhana, Agus menilai keterampilan barber membutuhkan ketelitian dan latihan yang konsisten.
Menurutnya, seorang barber harus mampu menghasilkan potongan rambut yang rapi dan sesuai keinginan pelanggan.
Dorong SDM Terampil dan Wirausaha Baru
Melalui pelatihan barber perdana ini, BLK Kota Pekalongan berharap semakin banyak masyarakat memiliki keterampilan kerja yang siap pakai.
Selain itu, program ini juga mendorong masyarakat membuka usaha baru di sektor jasa sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran di Kota Pekalongan.
Dengan meningkatnya kebutuhan layanan barbershop dan berkembangnya tren grooming pria, profesi barber kini menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan bagi generasi muda.



