EDUCARE.CO.ID, Surabaya – Tiga mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Kompetisi Ilmiah Mahasiswa Veteriner Nasional (KIMVETNAS) 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh BEM KM x VSC Fakultas Kedokteran Gigi UGM, dan pengumuman pemenangnya dilakukan pada Sabtu, 13 September 2025.
Tim UNAIR, yang terdiri dari Beryl Christoper Fernando Utomo (Farmasi, 2024), Gadis Jacinda Elysia Tabina (Farmasi, 2024), dan Kharisma Putri Utami (Kedokteran Hewan, 2024), menarik perhatian juri dengan inovasi mereka yang diberi nama BIOCHICK+. Inovasi ini merupakan “Ransum Presisi Berbasis Fermentasi Ampas Tahu dan Kulit Nanas sebagai Sinbiotik Lokal untuk Optimalisasi Gut Microbiome Ayam Broiler”.
Gagasan ini berupaya menjawab beberapa isu krusial dalam industri peternakan, seperti tingginya biaya pakan, penggunaan berlebihan Antibiotic Growth Promoter (AGP), dan gangguan kesehatan pencernaan pada ayam. Beryl menjelaskan bahwa ampas tahu dan kulit nanas, yang sering terbuang, memiliki potensi besar sebagai sumber prebiotik dan enzim alami, seperti enzim bromelain pada kulit nanas. Dengan fermentasi, limbah tersebut bisa diubah menjadi pakan yang kaya sinbiotik. Tim ini juga menekankan bahwa inovasi mereka sejalan dengan kerangka kerja One Health Framework dari WHO, karena ramah lingkungan dan dapat menekan ketergantungan pada antibiotik.
Proses penulisan karya ilmiah ini memakan waktu sekitar dua bulan, dari abstrak hingga presentasi final, dan didasarkan pada studi literatur dari jurnal nasional dan internasional. Meskipun tantangan dalam membagi waktu antara persiapan lomba, tugas kuliah, dan praktikum cukup berat, kolaborasi lintas disiplin ilmu antara Farmasi dan Kedokteran Hewan menjadi kekuatan utama tim. Keberhasilan ini disambut baik oleh kampus dan dosen pembimbing, serta menjadi motivasi bagi tim untuk terus berkarya.
Ke depannya, tim berencana untuk mengembangkan gagasan ini menjadi penelitian yang lebih aplikatif dan mempublikasikan karyanya di jurnal ilmiah. Mereka berharap inovasi ini dapat memberikan dampak nyata bagi peternakan berkelanjutan. (DSM)



