Mastera 2025 Wadah Penyair Muda Indonesia dan Asia Tenggara Satukan Suara

Must read

educare.co.id, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) kembali menggelar Program Penulisan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) 2025. Program ini menjadi wadah bagi para penyair muda untuk memperkuat jejaring, berbagi pengalaman, dan menyatukan suara mereka melalui puisi.

Kegiatan ini diikuti oleh penyair-penyair muda dari negara-negara anggota Mastera, termasuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Selain itu, hadir pula pembimbing sastra dari masing-masing negara untuk memberikan pendampingan intensif.

Pembimbing dari Indonesia, seperti Nenden Lilis Aisyah, Cecep Syamsul Hari, dan Agus R. Sarjono, turut menekankan pentingnya program ini. “Hal penting dalam menulis puisi adalah perasaan bahwa kita tidak sendirian. Kesempatan dalam Mastera ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk saling mengenal dan menyadari bahwa kita memiliki teman dalam menulis,” ujar Agus.

Program Penulisan Mastera 2025 berfokus pada genre puisi sebagai salah satu pilar kebudayaan kawasan. Melalui puisi, para penyair muda diharapkan dapat membawa pesan perdamaian dan memperkuat identitas kolektif di tengah tantangan global. Kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya untuk meneguhkan bahasa dan sastra sebagai fondasi penting dalam membangun peradaban. (DSM)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article