Tiba di Jepang dengan Patuhi Prokes Ketat, Tim Olimpiade Bulu Tangkis Indonesia Disambut KBRI Tokyo

EDUCARE.co.id – Sesuai dengan ketentuan travel bubble atau koridor perjalanan yang ketat dari penyelenggara Olimpiade, penyambutan berlangsung singkat dari jarak jauh dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Panitia tidak memperbolehkan adanya interaksi langsung antara kontingen dengan pihak mana pun.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi melalui sambungan jaringan telepon mengucapkan selamat datang kepada Jonatan Christie dkk. Kepada kontingen bulu tangkis Indonesia, dia mengingatkan agar tetap menaati aturan yang berlaku.

Selain itu, Heri Akhmadi juga meminta mereka untuk selalu menjaga kesehatan dan stamina, dengan harapan supaya dapat tampil dan meraih hasil maksimal pada Olimpiade Tokyo 2020.

Saat tiba di Haneda, seluruh kontingen telah menjalani tes PCR dan hasil seluruhnya negatif. Setelah transit sekitar sembilan jam, rombongan melanjutkan penerbangan ke Prefektur Kumamoto.

Di sana mereka akan menjalani aklimatisasi dan adaptasi, serta program lanjutan jelang pertandingan. Saat di Kumamoto nantinya, tim bulu tangkis Indonesia akan berlatih selama sepuluh hari sebelum berangkat ke perkampungan atlet di Tokyo pada 19 Juli mendatang.

Tim bulu tangkis menjadi yang pertama bertolak ke Jepang dari delapan cabang olahraga lainnya yang menjadi wakil Indonesia di Olimpiade Tokyo. Selain bulu tangkis, tim merah putih diisi oleh atlet yang tersebar dari cabang atletik, angkat besi, panahan, menembak, dayung, selancar, dan renang. (jef)

Tiba di Jepang dengan Patuhi Prokes Ketat, Tim Olimpiade Bulu Tangkis Indonesia Disambut KBRI Tokyo
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menyambut kontingen bulu tangkis Tanah Air di Bandara Haneda, Jepang, Jumat (9/7). Penyambutan dihadiri pejabat KBRI di Tokyo, Edwardus Wisoko dan Sonny Ramli, serta Kepala Perwakilan Garuda Indonesia di Jepang Sony Syahlan.(foto:dok/kbritokyo)