Pameran Seni Rupa Nusantara 2017, Wadah Ekspresi bagi Perupa Indonesia

Selasa, 07 Mar 2017 | 02:50:31 wib

Pameran Seni Rupa Nusantara 2017, Wadah Ekspresi bagi Perupa Indonesia


educare.co.id, Jakarta - Pameran Seni Rupa Nusantara 2017 kembali digelar. Tahun ini, dengan mengusung tema “Rest Area” Perupa Membaca Indonesia, Galeri Nasional Indonesia (GNI) yang menjadi tempat penyelenggaraan ajang biennial (dua tahunan) ini akan menampilkan berbagai karya dari perupa yang berasal dari seluruh nusantara. “Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang sangat luar biasa ini, sebagai wadah yang memungkinkan para perupa, pelukis, dan seniman lain dari berbagai provinsi di Indonesia untuk menampilkan kebolehannya,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat membuka pameran di GNI, Jakarta (7/3/2017). Ia pun menyampaikan pameran seperti ini merupakan salah satu penanda kebangkitan pendidikan di Indonesia. Di mana dalam pendidikan, kita perlu memperhatikan tiga aspek, yaitu etik, estetik, dan kinestetik. “Ini amat sangat bermakna bagi kami karena ini menandai kebangkitan pendidikan kita yang memberikan ruangan yang cukup di tiga bidang yang selama ini terabaikan di dalam kehidupan kita, meliputi etik, berkaitan dengan norma baik dan buruk; estetik, berkaitan dengan norma indah dan tak indah; dan kinestetik, berkaitan dengan norma mampu dan tidak mampu.” tutur Muhadjir. “Padahal mestinya (ketiga hal tersebut) seperti kedua sisi mata uang yang saling melengkapi dan memberi makna dalam sistem pendidikan kita,” lanjutnya. Sementara itu, Kepala Galeri Nasional Indonesia Tubagus Andre Sukmana menuturkan bahwa dalam setiap penyelenggaraan telah mampu merangsang pertumbuhan minat berkesenian atau berkarya seni rupa dan memacu kompetisi para perupa di seluruh tanah air. Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah karya yang masuk pada saat masa seleksi. Pameran Seni Rupa Nusantara 2017 digelar pada 8 – 27 Maret 2017 pukul 10.00 – 19.00 WIB. Di sana akan dipamerkan 100 karya seni rupa dari 100 perupa yang berasal dari 26 provinsi. Jumlah tersebut adalah hasil seleksi dari hampir 1.000 karya dari 729 perupa.

Tags: