Mendikbud: Indonesia Butuh SMK dengan Bidang Keahlian Produksi Garam

Selasa, 13 Feb 2018 wib

agus
Editor : agus

Mendikbud: Indonesia Butuh SMK dengan Bidang Keahlian Produksi Garam


educare.co.id, Sampang - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menilai Pulau Madura, Jawa Timur, merupakan daerah yang tepat untuk mendirikan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang memiliki bidang keahlian Produksi atau Budidaya Garam. Ia mengatakan, hal itu sesuai dengan potensi alam Madura, sekaligus untuk membantu mengatasi ketergantungan impor Indonesia akan garam.

Hal tersebut diungkapkan Mendikbud saat berkunjung ke Kantor Radar Madura Perwakilan Sampang, Jawa Timur, Senin (12/2/2018), seperti yang di rilis dari laman Kemdikbud.go.id.

Indonesia memiliki garis pantai terpanjang nomor tiga di dunia, dan dua per tiga wilayah Indonesia merupakan lautan. Namun, hingga saat ini Indonesia masih melakukan impor garam. Tingkat produksi garam di Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan domestik, dan sekitar 90 persen produksi ada di Pulau Madura.

Mendikbud mengatakan, pendirian SMK Garam di Pulau Madura merupakan langkah yang sangat tepat dan strategis untuk mencetak tenaga terampil di bidang produksi garam. Diharapkan, tenaga terampil SMK bisa memodernisasi teknik produksi garam.

“Kalau nanti bisa membuat kita swasembada garam, itu sudah prestasi luar biasa," katanya.

Menurutnya, siapa saja bisa bermitra dengan Kemendikbud dalam pendirian SMK yang memiliki bidang keahlian produksi garam. Yang penting, ada pihak yang bisa menyediakan tanah untuk gedung sekolah.

"Tenaga pengajarnya yang menyediakan Kemendikbud. Jika perlu kita sekolahkan ke luar negeri," katanya.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Sampang, Mendikbud bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Darussalam Torjun yang diasuh K.H. Abu Ahmad M. Dhoveir Shah. Kehadiran Mendikbud disambut dengan alunan nada Thala'al Badru oleh ratusan santri. Mendikbud juga bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al Ihsan, Omben, Sampang, asuhan K.H. Mahrus Malik. Pada kesempatan itu Mendikbud menerima pernyataan taisiyah alim ulama Sampang terkait pendidikan.

Tags: