Lebih 2000 Mahasiswa Baru IAIN Kediri Ikuti Pengenalan Budaya Akademik

Kamis, 16 Agu 2018 wib

Jamil
Editor : Jamil

Lebih 2000 Mahasiswa Baru IAIN Kediri Ikuti Pengenalan Budaya Akademik


educare.co.id, Kediri - Sebanyak 2.622 mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Kegiatan PBAK yang diselenggarakan sejak tanggal 14 – 16 Agustur 2018, diikuti oleh mahasiswa baru yang tersebar pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, serta Fakultas Ushuluddin dan Ilmu Sosial.

Seperti yang dirilis dari laman kemenag.go.id, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Kediri Wakhidul Minan mengatakan PBAK menjadi momentum strategis untuk membangun silaturahmi antar mahasiswa baru. Melalui PBAK Wakhidul Minan berharap mahasiswa baru dapat mengenal tradisi dan budaya akademik, sehingga menjadi bekal saat mereka  kelak ingin menjadi aktivis mahasiswa. “Melalui PBAK juga mahasiswa belajar banyak tentang dunia kemahasiswaan kepada para aktivis senior,” kata Wakhidul Minan, Rabu (15/08).

Senada dengan Wakhid, Kepala Seksi Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagaamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Ruchman Basori mengharapkan hal yang sama. Diharapkan melalui PBAK mahasiswa dapat segera beradaptasi dengan dunia kemahasiswaan. Hal ini menurut Ruchman menjadi penting karena mahasiswa selalu memilki peran penting dalam sejarah bangsa.

Di hadapan mahasiswa baru Aktivis Mahasiswa ’98 ini memaparkan bahwa mahasiswa telah berperan penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Sebut saja peristiwa 20 Mei Kebangkitan Nasional, 28 Oktober 1928 Sumpah Pemuda, Kemerdekaan 1945, Fakta Angkatan 1966, perjuangan asas tunggal Pancasila 1984 dan puncaknya Gerakan Reformasi  1998 mahasiswa bersama rakyat tidak pernah absen.

Dalam PBAK mahasiswa juga diajari tentang nasionalisme pada bangsa. Ruchman Basori yang didauat sebagai salah satu nara sumber PBAK IAIN Kediri mengajarkan Mars Ya Lal Wathon kepada mahasiswa baru. Mars yang juga dikenal dengan judul Mars Syubbanul Wathan, merupakan lagu ciptaan pahlawan nasional Kh. Abdul Wahab Chasbulloh.

“Mars itu penggugah semangat kecintaan kita terhadap tanah air, mengukuhkan semangat nasinalisme dan patriotisme dan menyalakan api perjuangan bangsa melawan penjajah,” kata Ruchman.

Alumni IAIN Walisongo ini juga mengingatkan agar mahasiswa waspada dan harus menjadi bagian penting untuk menjaga nasionalisme. Mahasiswa IAIN harus berperan dalam melakukan counter wacana dan ideologi untuk menangkal paham intoleransi dan radikalisme yang akhir-akhir ini marak terutama tersebar melalui media sosial.

“Mahasiswa PTKI harus tumbuh menjadi pribadi muslim yang mencintai agama dan negaranya secara seimbang.Agama dan negara bukan untuk dipertentangkan”, tegas Ruchman.