Kongres Bahasa Indonesia XI, Meneruskan Tradisi Sejarah

Jumat, 26 Okt 2018 wib

Jamil
Editor : Jamil

Kongres Bahasa Indonesia XI, Meneruskan Tradisi Sejarah


educare.co.id, Jakarta - Kongres Bahasa Indonesia (KBI) tahun 2018 di Jakarta merupakan penyelenggaraan yang ke-11. Menilik dari sejarahnya, KBI pertama kali diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah, pada Oktober 1938. Setelah vakum selama enam belas tahun, KBI kembali diselenggarakan di Medan, Sumatra Utara, pada 28 Oktober s.d. 1 November 1954. Penyelenggaraan KBI yang ketiga berlangsung 24 tahun kemudian, yakni pada November 1978 di Jakarta. Setelah itu, KBI mulai diselenggarakan secara rutin setiap lima tahun sekali, sampai pada penyelenggaraan yang ke-11 tahun ini.

Seperti yang di rilis dari laman kemdikbud.go.id, Kongres Bahasa Indonesia XI dilaksanakan sekaligus untuk memperingati Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928. Latar Belakang Kongres Bahasa Indonesia XI ini salah satunya karena kecenderungan mengendurnya penggunaan bahasa negara dan daerah pada generasi muda.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dadang Sunendar mengatakan, bahasa Indonesia merupakan jati diri bangsa Indonesia dan pemersatu bangsa. “Bahwa bahasa Indonesia harus semakin mantap menjadi peneguh identitas bangsa dan penyatu keberagaman suku ras Indonesia. Jadi intinya bahasa Indonesia merupakan jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sebagai sarana pemersatu bangsa dan juga sarana komunikasi antarbudaya dan daerah bangsa Indonesia,” ujar Dadang dalam Taklimat Media tentang Kongres Bahasa Indonesia XI di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10/2018).

Ia menambahkan, menyatakan bahwa KBI tahun ini merupakan bagian dari sejarah Indonesia.  “Jadi kongres ini adalah kongres yang besar yang harus menjadi catatan sejarah Indonesia karena bahasa Indonesia adalah bahasa negara, simbol negara yang menyatukan bangsa kita dari Sabang sampai Merauke, yang menjadikan kita bangsa Indonesia yang hebat, dan menjadi jembatan emas kita sekaligus oksigen bangsa Indonesia,” tutur Dadang.

Kongres Bahasa Indonesia XI menghadirkan 27 orang pembicara kunci dan undangan, serta 72 pemakalah seleksi yang berasal dari dalam atau luar negeri dan 932 peserta atau tamu undangan. Total sebanyak 1.031 orang akan menghadiri Kongres Bahasa Indonesia XI, meliputi pejabat publik, akademisi, budayawan, tokoh pegiat bahasa, pakar bahasa, guru, dan praktisi bahasa dan sastra Indonesia serta perwakilan dari daerah. Selain itu terdapat juga undangan yang  merupakan perwakilan 26 negara sahabat.