Kepala MAN 7 Jakarta ; Hijrah Usaha Perubahan Kualitas Hidup

, 18 Okt 2016 | 07:27:26 wib


educare.co.id, Jakarta - Peringatan 10 Muharram yang digelar MAN 7 Jakarta pada 13 Oktober yang lalu di ruang Aula lantai 3 mengambil Tema Hidup Yang Baik, Mari Berhijrah Menuju Pribadi Bertakwa Dan Berakhlakul Karimah sesuai dengan tema kali ini, dalam sambutannya Kepala MAN 7 Jakarta Drs. Triisnadian, M.Pd, menyatakan Hijrah merupakan usaha perubahan kulaitas hidup, baik yang bersifat mental, maupun moral sosial. Beliau juga menyampaikan beberapa peristiwa yang terjadi pada tanggal 10 Muharram seperti Kisah kanan. Kanan adalah Salah seorang putra Nabi Nuh as. Sebagaimana nabi-nabi terdahulu, Nabi Nuh dalam menyampaikan risalah Allah banyak mendapat tantangandari umatnya. Selama 950 tahun Nabi Nuh menyeru umatnya agar meninggalkan perbuatan syirik, yaitu menyembah berhala, tetapi hanya sedikit saja yang mengikuti ajakan Nabi Nuh tersebut. Sebagian besar menentang, bahkan mengejek Nabi Nuh. Diantara penentang dan pengejek Nabi Nuh adalah salah seorang putra Nabi Nuh sendiri yang bernama Kanaan. Terbelahnya laut merah terjadi pada 10 Muharam dan memunculkan jalan menuju seberang setelah nabi Musa memukulkan tongkat itu ke pantai. Kejadian ini terjadi, ketika nabi Musa beserta Bani Israil hendak keluar dari Mesir, dan dikejar oleh raja Firaun beserta para tentaranya yang berjumlah 1.600.000 orang. Sedangkan rombongan Nabi Musa hanya berjumlah 600.000 orang, bertemunya Adam dan Hawa dan kisah Ibrahim yang juga terjadi pada 10 Muharram, tambahnya. Seperti yang di rilis dari laman dki.kemenag.go.id. Karenanya beliau juga berharap siswa dapat mengambil hikmah dari peringatan 10 Muharram ini, seperti doa yang diajarkan Nabi Ibrahim yang terdapat pada (QS 17 Al Isro' ayat 80) robbi adkhilni mudkhola shidqin, wa akhrijni mukhroja shidqin,waj'al li mil ladunka shulthonan nashiro(n) Yang artinya , "Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar, dan keluarkanlah (pula) aku ke tempat keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)." Harapan beliau dengan peringatan 10 Muharram ini dapat dijadikan momentum untuk perubahan yang lebih baik dimasa mendatang. Selain itu Sudah menjadi kebiasaan di MAN 7 Jakarta pada 10 muharam memberikan santunan kepada anak yatim di lingkungan Man 7 Jakarta dan juga diberikan kepada warga di lingkungan sekitar. Dalam kesempatan ini koordinator peringatan 10 Muharram adalah Rohis MAN 7 Jakarta menyantuni 90 anak yatim.

Tags: