Kebaikan Susu, Dukung Pembentukan Keluarga Kuat Untuk Bangsa Kuat

Jumat, 04 Mei 2018 wib

agus
Editor : agus

Kebaikan Susu, Dukung Pembentukan Keluarga Kuat Untuk Bangsa Kuat


educare.co.id, Jakarta - Membahas tentang kebaikan susu seperti tak pernah ada habisnya. Bukan hanya dari segi gizi, susu memiliki faedah penting dalam membantu peningkatan ekonomi dan taraf hidup banyak orang, termasuk peternak lokal. Membahas proses hadirnya susu dari alam hingga hadir di meja makan, memberi gambaran luas bagaimana komoditas kaya manfaat ini mampu memberi dampak positif bagi banyak pihak. Hari ini, Frisian Flag Indonesia, menggelar Milkversation untuk melihat kebaikan susu dari empat sudut pandang.

“Selama lebih dari 95 tahun hadir di Indonesia, Frisian Flag Indonesia senantiasa menyuarakan kebaikan susu dari berbagai aspek. Hadirnya susu tak lepas dari sejarah panjang kehadirannya di tengah masyarakat Indonesia.  Beragam kebaikan gizi yang terkandung pada susu, memberi manfaat bukan hanya pada individu yang mengonsumsinya, keluarga peternak yang terberdayakan karenanya, namun lebih dari itu, mampu membantu membangun bangsa yang lebih kuat,” ujar Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro.  

Sejarah kehadiran susu hingga menjadi bagian dari keseharian keluarga Indonesia tak lepas dari kebudayaan khas daerah setempat. “Pemanfaatan susu sebagai bahan pokok pangan manusia telah hadir sejak sekitar 8.000 SM khususnya di wilayah Timur Tengah. Di tanah air sendiri, susu dan produk hewani lainnya telah dikonsumsi di beberapa daerah yang memiliki kebiasaan menggembala seperti sejumlah area di Sumatra dan Sulawesi. Kebaikan susu dan produk olahannya kemudian menjadi komoditas yang dapat dinikmati masyarakat Indonesia ketika industri peternakan sapi perah mulai berkembang pada pertengahan abad ke-19. Sebagai produk hasil peternakan dengan gizi berlimpah, pengolahan susu segar yang tepat menjadi solusi dalam membantu penyebaran manfaat susu ke lebih banyak orang,” jelas Dosen Jurusan Sejarah Universitas Padjajaran, Peneliti sekaligus Sejarawan Kuliner, Fadly Rahman. Seiring berjalannya waktu, susu menjadi bagian tak terpisahkan dari pemenuhan gizi masyarakat Indonesia. Akan tetapi dari sisi hulu, pemenuhan kebutuhan susu sapi segar dalam negeri masih memiliki tantangan tersendiri.

“Sejalan dengan meningkatnya jumlah kelas menengah dan kesadaran akan manfaat susu bagi kesehatan, kecenderungan konsumsi produk hasil ternak termasuk susu juga semakin meningkat. Sayangnya, kebutuhan ini tidak diimbangi dengan kuantitas dan kualitas susu sapi lokal yang mumpuni. Sebagai tulang punggung pemenuhan kebutuhan susu sapi segar dalam negeri, para peternak sapi lokal menghadapi berbagai tantangan dalam menghasilkan produk susu berkualitas, mulai dari lahan yang semakin terbatas hingga sanitasi yang kurang baik. Adanya celah antara tingkat permintaan, tingkat importasi dan tingkat produksi ini selain merupakan tantangan yang harus diatasi, juga merupakan peluang ekonomi bagi bangsa Indonesia,” terang Kepala Divisi Teknologi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Epi Taufik, S.Pt, MVPH, M. Si, Ph.D. Tantangan lain yang tak kalah penting ialah rendahnya minat generasi muda untuk terjun di industri peternak sapi perah. Padahal, jika dikelola secara baik sesuai Good Dairy Farming Practices (GDFP), bisnis susu sapi segar memiliki potensi ekonomi yang menguntungkan.

Ditinjau dari keutamaannya sebagai sumber gizi yang berlimpah, susu memberikan kontribusi asupan zat gizi baik, yang dapat bermanfaat dalam pemenuhan gizi dan peningkatan kesehatan individu dan masyarakat. Data dari Global Nutrition Report 2015 menempatkan Indonesia dengan masalah gizi yang kompleks, dengan indikator masih tingginya jumlah balita kurang gizi (underweight) dengan ciri pendek (stunting), kurus (wasting), kekurangan berat badan (underweight) dan menderita anemia. Kondisi tersebut tentu berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup individu di masa yang akan datang. Pemenuhan gizi seimbang dengan mengonsumsi buah, sayur, pangan hewani, nabati dan sumber karbohidrat dipercaya menjadi solusi tepat untuk memperbaiki status gizi bangsa. 

Ahli gizi dan juga Dosen di Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta 2, sekaligus Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Bidang Penelitian dan Pengembangan Gizi, Dr. Marudut, B.Sc. MPS, menjabarkan peran susu dalam membantu percepatan perbaikan gizi di Indonesia, “Susu merupakan salah satu sumber zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan anak, karena memiliki muatan baik seperti: 1) Protein,  dengan kualitas terbaik diantara berbagai jenis pangan dan hanya setara dengan protein pada telur; 2) Sumber kalsium yang dapat dengan mudah digunakan untuk berbagai keperluan di dalam tubuh. Asupan kalsium yang cukup sejak usia dini dapat menjadi investasi kesehatan di masa yang akan datang; 3) Kandungan protein, kalsium, fosfor dan vitamin D yang terdapat pada susu sangat bermanfaat khsusnya di masa pertumbuhan. Berbagai penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara konsumsi susu rutin sesuai takaran dengan kepadatan tulang. Lebih lanjut, susu mengandung asam lemak unik dan kompleks, yang berdasarkan berbagai penelitian berperan positif terhadap peningkatan kesehatan, tidak saja pada usia anak-anak, tetapi juga pada usia tua.” 

 “Komitmen Frisian Flag dalam membantu pembentukan keluarga kuat Indonesia diwujudkan melalui rangkaian produk dan beragam program yang kami inisiasi. Dengan mengusung pesan kebaikan susu, kami berupaya memberikan dukungan menyeluruh pada rantai produksi dan distribusi susu di Indonesia, mulai dari peternak, mitra usaha, hingga menghadirkan teknologi dan inovasi terbaik untuk para konsumen. Lebih dari itu, kami juga mewujudkan program yang mengajak masyarakat khususnya anak-anak untuk menerapkan gaya hidup sehat dan aktif bergerak, sehingga ke depannya akan tumbuh generasi yang bukan hanya kuat secara fisik, tapi juga cerdas dan berdaya guna tinggi,” tutup Andrew.