Bermain Lego Mampu Mengasah Kinerja Otak Anak dan Psikologis Anak

Jumat, 09 Feb 2018 wib

agus
Editor : agus

Bermain Lego Mampu Mengasah Kinerja Otak Anak dan Psikologis Anak



educare.co.id, Jakarta - Mainan adalah benda yang tak terpisahkan dari anak-anak. Ratih Ibrahim M.M. psikolog dari Personal Growth mengatakan, permainan lego ini bisa melatih motorik dan mengembangkan kreativitas anak, ada banyak jenis permainan yang lebih edukatif dan efektif dalam meningkatkan kinerja otak maupun psikologis anak, salah satunya adalah lego. 

Mainan dengan bentuk beragam ini memiliki banyak manfaat baik untuk tumbuh kembang anak, seperti berikut ini.Ya, dunia bermain memang dunia mereka!

Sebagai orangtua yang memfasilitasi kebutuhan si kecil, Moms sebaiknya tak sekadar membelikan mainan saja, lho! Anda perlu tahu jenis, manfaat, serta aturan lainnya.

Menurut Ratih, lego merupakan sarana stimulasi yang tepat dan pas dengan perkembangan anak. Dalam hal ini lego memiliki jenis-jenis yang sesuai dengan tahap perkembangan anak sesuai dengan usianya.

Ratih juga mengatakan, sebenarnya Lego sudah boleh diperkenalkan sejak bayi. Namun, setelah anak berumur di atas 1 tahun, Lego baru bisa dimainkan. Bermain lego akan mengajak mereka belajar memegang, menyusun dan meraba dengan semua panca indra. Cara ini mampu merangsang kemampuan motorik halus anak untuk bekerja lebih aktif.

"Dengan satu kegiatan, main, dipaparkan dengan warna macam-macam, bentuk macam-macam, anak belajar tentang konsep dasar," kata Ratih dalam konferensi pers Lego Bricklive di PIK Avenue, Jakarta, pada Kamis (8/2/17).

Membangun dan bermain lego, menurut Ratih, juga cocok untuk orang dewasa karena bisa melepas penat. Para pencinta Lego berbagai usia juga bisa bersosialisasi dalam komunitas.

"Saat anak tengah asyik bermain lego sebisa mungkin biarkan mereka berkreasi sendiri. Hal ini bisa membuat mereka menyusun dan mencari tahu bagaimana cara memasang lego pada susunan yang tepat tanpa bantuan dari siapapun, sehingga anak mampu belajar menyelesaikan masalah dan menemukan jalan keluarnya sendiri," tutup Ratih. (Malik)

Tags: