Anak Asuh SOS Childrens Village Kini Bisa Melek Teknologi

Jumat, 09 Nov 2018 wib

agus
Editor : agus

Anak Asuh SOS Childrens Village Kini Bisa Melek Teknologi


educare.co.id, Jakarta - Suasana di sebuah pendopo sore itu terlihat ramai. Beberapa orang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang menyiapkan makanan, membereskan kursi, dan menerima tamu undangan. Ada pula anak-anak yang sedari tadi sibuk latihan untuk pementasan. Mereka adalah anak-anak terlantar yang tinggal di SOS Children's Village. 
 
SOS Children's Village terletak di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur. Merupakan kawasan rumah asuh aman bagi anak-anak yang ditelantarkan atau ditinggalkan oleh orangtuanya. Terdapat 15 rumah aman dan sekitar 138 anak asuh berbagai usia, dari balita hingga remaja. 
 
Area seluas 3 hektare itu didesain sedemikian rupa agar anak-anak mendapat kasih sayang yang hilang dari hidup mereka. Suasananya asri dan tenang, dengan bangunan layaknya kompleks berdinding bata merah. Pepohonan yang rindang, tanah lapang dengan rumput hijau, membuat lingkungan di sana terasa nyaman.
 
Berbagai fasilitas ada di sana. Lengkap. Taman bermain, sarana olahraga, dan perpustakaan. Organisasi sosial nirlaba non-pemerintah dari Austria ini memang aktif dalam mendukung hak-hak anak dan berkomitmen memberikan kebutuhan bagi anak yang telah atau beresiko kehilangan pengasuhan orangtua mereka, yaitu kebutuhan keluarga dan rumah yang penuh kasih sayang.
 
"Anak yang kehilangan pengasuhan orangtua akan kehilangan orang tua dan keluarga. Mereka butuh atap, selimut dan sekolah. Tapi kami juga memberikan keluarga permanen yang tidak mereka dapatkan, memberi orangtua permanen," kata Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children's Villages, di Jakarta belum lama ini.
 
SOS Children’s Villages kerap disebut sebagai rumah asuh aman dengan konsep pengasuhan berbasis keluarga. Di sini, kata Gregor, anak-anak tinggal bersama seorang ibu asuhnya. Biasanya jumlah anak pada tiap rumah sekitar 6 hingga 8 orang. Tapi ada juga yang 9 atau 10 orang, tergantung kemampuan sang ibu asuh yang merawatnya. 
 
Perpustakaan Digital
 
Kamis, 1 November 2018 lalu, SOS Children's Village menggelar acara pembukaan perpustakaan digital. Siegwerk, salah satu produsen tinta cetak global untuk label dan kemasan mem perangkat komputer, jaringan internet, peralatan presentasi interaktif yang canggih, dan fasilitas konferensi video. eperangkat teknologi itu diberikan dalam bentuk perpustakaan digital. 
 
Menurut CEO Siegwerk, Herbert Forker, dalam sistem pendidikan saat ini, anak-anak membutuhkan akses ke sumber daya digital. Karena itu, katanya, dengan mendirikan perpustakaan digital, Siegwerk mendukung SOS Children’s Village untuk memberikan anak-anak pendidikan digital yang lebih baik dan meningkatkan prospek kerja mereka di masa depan.
 
Selain itu, sambung Herbert, Siegwerk juga telah melengkapi 15 rumah keluarga dengan komputer, akses internet dan jaringan ke perpustakaan. "Ini akan memungkinkan para remaja untuk bekerja dan belajar dari rumah tanpa bergantung pada pusat komputer publik atau perpustakaan lagi," katanya. 
 
Fungsi perpustakaan digital nantinya sebagai pusat pembelajaran komputer bagi anak-anak SOS Children's Village yambutuhkan pelatihan lebih lanjut. Bahkan seorang tenaga profesional akan ditempatkan di SOS yang akan mengelola dan memelihara peralatan dan fasilitas baru untuk menjaga pendidikan digital tetap up to date. (Agus/Edu)