12 Pemda dan 11 Korporasi Dukung Percepatan Pembangunan Melalui Pendidikan

, 22 Mei 2014 wib

Jamil
Editor : Jamil

12 Pemda dan 11 Korporasi Dukung Percepatan Pembangunan Melalui Pendidikan


educare.co.id, Jakarta - The Education of All Development Index atau Indeks Pendidikan untuk Semua, yang dilansir United Nations Development Program (UNDP) pada Maret 2013, menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-64 dari 120 negara yang disurvei. Hal ini memperlihatkan adanya kenaikan peringkat dimana pada tahun 2011, Indonesia berada di peringkat ke-69 dari 127 negara. Namun, akses serta mutu pendidikan yang masih perlu ditingkatkan kualitasnya, menjadi salah satu penyebab indeks pendidikan di Indonesia masih tertinggal dari negara lain. Untuk membangun bangsa Indonesia yang unggul dan mampu bersaing di era globalisasi, peningkatan kualitas pendidikan mutlak diperlukan. Dalam mencapai tujuan ini dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, korporasi swasta maupun BUMN dan komunitas. Gerakan Indonesia Berkibar (GIB) memfasilitasi 12 pemerintah daerah serta 11 korporasi dan BUMN untuk menandatangani kesepakatan program “Percepatan Pembangunan Melalui Pendidikan” pada Rabu (22/05) di Jakarta. Tujuan penandatanganan kesepakatan ini adalah membantu pemerintah untuk meningkatan percepatan pembangunan melalui pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Dua belas pemerintah daerah yang ikut mendukung gerakan percepatan pembangunan melalui pendidikan ini adalah: (1) Pemprov Sumatera Utara, (2) Pemprov Sumatera Selatan, (3) Pemprov Kalimantan Timur, (4) Pemprov Papua Barat, (5) Pemprov Kepulauan Riau, (6) Pemprov Bangka Belitung, (7) Pemprov Nusa Tenggara Barat, (8) Pemkab Bangka Tengah, (9) Pemkab Muara Enim, (10) Pemkab Kotawaringin Timur, (11) Pemkot Bontang, (12) Pemkot Bogor. Sedangkan 11 korporasi dan BUMN yang ikut mendukung gerakan percepatan pembangunan melalui pendidikan ini adalah: (1) Badak LNG, (2) Protelindo, (3) Kaltim Prima Coal, (4) PT Astaguna Wisesa, (5) Alfamart & Alfamidi, (6) Pertamina Foundation, (7) PT PLN Persero, (8) Clariant, (9) PT Arangan Hutani Lestari, (10) Indosat, (11) Bayan Resources. Penandatangan kesepakatan ini dilakukan oleh setiap perwakilan daerah dan korporasi pendukung GIB, serta disaksikan oleh Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S. selaku Wakil Menteri Pendidikan & Kebudayaan Indonesia Bidang Pendidikan. “Selama ini, GIB telah banyak berkontribusi, diantaranya telah menjembatani antara badan usaha yang memiliki niat membantu peningkatan kualitas suatu atau sejumlah sekolah, dengan pemerintah sebagai pemilik sekolah, dan fasilitator sebagai pemilik program-program yang dapat dijadikan solusi dalam memecahkan masalah atau sebagian dari masalah yang dihadapi sekolah di lapangan,” ujar Farhan, Ketua Komite Gerakan Indonesia Berkibar. “Sebagai contoh, GIB telah mempertemukan pendukung GIB yaitu antara 37 BUMN & perusahaan swasta yang ingin membantu meningkatan mutu sejumlah sekolah, dengan 15 pemerintah Kabupaten/Kota/Provinsi sebagai pemilik sekolah, dan sejumlah fasilitator sebagai perancang dan implementasi program peningkatan kualitas pendidikan.” Sejak diresmikan pada 28 Oktober 2012, hingga saat ini, 11 pemerintah daerah yang mendukung Gerakan Indonesia Berkibar, 39 institusi telah bergabung sebagai Mitra yang menyediakan dana CSR untuk menjalankan program tanggung jawab sosial guna mebantu memperbaiki kualitas pendidikan, 7 institusi yang bergabung sebagai Fasilitator yang menawarkan program perbaikan kualitas pendidikan, dan sejumlah Influencer (Pemberi Pengaruh) yang berperan meningkatkan pemahaman arti penting pendidikan melalui penyebaran informasi di berbagai medium komunikasi.

Tags: